Terkadang kita berpikir bahwa orang gila itu mengerikan atau mereka yang layaknya kita sisihkan dari kehidupan kita. Namun pandangan itu seharusnya tak demikian.
Tanpa kita sadari bahwa sesungguhnya kita pun sama seperti mereka. Buktinya, ada diantara kita yang mencari uang hingga tak kenal istirahat. Bahkan demi mengejar keuntungan serta uang yang berlimpah sanggup menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Nah, lalu apa bedanya mereka dengan orang gila juga.
Belajar dari orang gila itu perlu sesekali kita lakukan. Lihatlah tingkah orang gila yang berkeliaran di jalan. Hidup mereka begitu lepas tanpa tekanan atau pengharapan yang rumit dalam menjalani hidup. Bukan karena mereka tak lagi berpikir atau kehilangan akal sehat, namun karena bathin mereka sudah tak lagi mampu menerima tekanan sehingga tanpa mereka kehendaki pikiran mereka melepaskan diri dari segala tekanan yang mengakibatkan mereka seolah kehilangan pikiran, padahal sesungguhnya mereka belajar tahu puas dan melihat keadaan penuh dengan kepuasan bathin.
Belajar dari cara orang gila mensyukuri hidup, coba kita bayangkan sejenak dalam diri, orang gila itu, makan seadanya yang ada dihadapannya tanpa banyak berpikir apakah ini enak atau tiak, dan bersih atau kotor. Kadang kita semakin berhasil, maka kita berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas hidup. Mulai dari mengubah cara kita berpakaian, lalu jenis makanan, sampai membatasi pergaulan hanya pada kalangan tertentu saja. Bukankah hal itu justru menambah beban pikiran kita. Bukankah kita justru mengurung diri kita dalam penjara bathin yang berantai baja yang sulit dilepaskan. Bila demikian, maka kita akan sama halnya dengan narapidana yang berbuat kejahatan. Alangkah senangnya kita bebas dan menjalani hidup penuh kebahagiaan.
Bila diamati secara sederhana, kebahagiaan itu mudah kok dicari dan ditemukan dalam dunia ini. Lihatlah orang gila, dia selalu berpikir bahwa setiap orang yang ada dihadapannya itu selalu tersenyum padanya. Sehingga lihatlah ekspresi wajah mereka yang selalu tersenyum bahkan tertawa di depan kita. Ekspresi ini lah yang hendaknya kita contoh dan terapkan dalam kehidupan ini. Itu tak berarti bahwa kita tersenyum terus seperti mereka, namun kita hendaknya menjadi seorang yang mampu memberikan kebahagiaan dimanapun kita berada dan menciptakan senyum kesenangan pada siapaun di sekeliling kita. Dengan begitu, maka kebahagiaan pun akan kita temukan dlam hidup.
Lalu pernahkan melihat orang gila berbicara sendiri? Itu juga perlu kita lakukan dalam kehidupan normal kita. Apa yang dilakukan oleh si orang gila dengan berbicara sendiri itu, sesungguhnya ia berusaha berdiskusi menemukan solusi penting agar dia dapat kembali pada kondisi normalnya. Nah kalau kita melakukannya itu ialah untuk mengevaluasi setiap tindakan yang sudah kita lakukan hari ini. Berbicara didepan cermin pada diri sendiri seperti orang gila, sesungguhnya membuat diri kita tenang. Karena secara psikologi kita membutuhkan teman dalam hidup. Dengan cermin lalu kita berbincang di depannya maka pikiran kita akan menditeksi adanya lawan bicara yang mengajak kita berkomunikasi dua arah. Dengan begitu, bila ada masalah atau kesulitan dalam hidup lalu kita bincangkan di depan cermin, maka kemungkinan menemukan jawaban terbaik pun akan kita dapatkan.
Orang gila sering kali marah bila kita mengolok-oloknya sebagai orang gila, malahan ia berkata sebaliknya bahwa kitalah yang gila dan hanya dia yang waras di dunia ini.
Sesungguhnya, perilaku itu hendaknya menjadi teladan dalam kehidupan kita. Alasannya mudah, yakni kita hendaknya percaya diri serta selalu perpedoman pada prinsip diri sendiri. Dengan prinsip hidup yng benar, maka kita akan berada dalam jalur kebenaran dan tak mudah terhasut atau terombang-ambing dalam menentukan jalan hidup. Dengan begitu, hidup kita akan selalu bahagia tanpa ada campur tangan dari banyak orang yang berusaha mengacaukan hidup kita. Abaikan pandangan hidup orang lain dengan selalu belajar hal positif yang dilakukan oleh orang lain. Tujuannya belajar ya, bukan meniru secara mentah semua kelakukan orang lain. Bila mampu melakukannya maka niscaya hidup kita berjalan sesuai harapan kita untuk mencapai kesuksesan. Biarkan orang berkata apa atau memberikan intervensi dalam kehidupan kita. Yang penting kita berjalan di jalan hidup yang benar dan sesuai dengan kebenaran serta moralitas manusia.
Lalu pelajaran lain yang perlu kita lakukan dalam hidup dari orang gila ialah kita belajar hidup sederhana dengan melihat cara mereka berpakaian. Seringkali, kita yang mengaku normal ini justru tampak seperti orang gila. Lihatlah orang gila, mereka berpakaian seadanya tanpa peduli anggapan orang lain, tapi kita, wah jauh sekali berbeda. Ada yang berpakaian mini sekali sampai pangkal paha atau buah dadanya kelihatan setengah, bahkan ada yang tak memakai pakaian dalam wanita, dan sebagainya. Bahkan cara berdandan kita pun kadang sampai tak karuan. Muka kita dilukis sampai tak berbentuk muka lagi, melainkan bedak atau warna warni seperti badut di tempat hiburan. Bila demikian halnya, apakah kita tak sama dengan orang gila?
Dari uraian di atas hendaknya kita belajar berdiri sesuai dengan prinsip hidup kita. Tanpa terlalu mempedulikan cemooh atau hinaan dari luar. Pentingnya ialah agar kita selalu berada dalam jalur kebenaran dan bertindak baik serta menolong sesama yang membutuhkan. Satukan hati untuk selalu berbuat kebaikan demi perdamaian dan ketenangan dunia.